Setiap malam ketika pertunjukan terakhir kadang-kadang seluruh hewan sirkus duduk berkumpul bersama dan bercerita tentang cerita hidup mereka. Hari ini giliran Franziska untuk bercerita. Dia pun bercerita tentang bagaimana dia menjadi hewan sirkus di sirkus tersebut.
Dulu dia hidup bersama orangtuanya sama seperti kelinci lainnya di dekat sebuah kebun bit. Dulu dia adalah kelinci yang tidak bahagia karena semua berkata bahwa dia jelek. “Tetapi mengapa?”, tanya si Keledai penasaran, “kamu itu cantik.” “Benar!”, sahut si Monyet, dan si Kambing juga menyatakan hal yang sama dengan suara embikannya. Franziska malu. Dan ketika wajahnya perlahan merah merona seperti hidungnya, dia berbisik pelan: “Ya, tapi apakah kalian tidak tahu, bahwa aku punya telinga yang terlalu panjang?”. “Ah! Omong kosong itu!”, ujar si Beruang Penari, dan si Kuda pun meringkik: “Omong kosong!” “Tetapi itu benar.”, bisik Franziska, “dulu memang telingaku sangat dan terlalu panjang. Kalau aku tidak salah dulu aku kadang tersandung karenanya saat lari. Kalian bisa bayangkan bagaimana kelinci-kelinci yang lain menertawakan hal itu!”. “Tentunya saat itu kamu sangat sedih”, sahut si Gajah dengan penuh perhatian.
Franziska menganggukkan kepala. “Suatu hari ketika aku duduk di bawah sinar matahari di tempat duduk kesukaanku, seorang pria datang menghampiriku. Aku ingin lari saat itu, tetapi aku dulu sangat penasaran. Dan aku hanya duduk terdiam saat itu. Si Pria tersebut memakai mantel hitam dan terlihat begitu aneh. Dia bertanya mengapa aku sendirian disana. Saat itu aku menunjukkan telingaku yang panjang. Dia pun tertawa dan berkata: “Aku adalah seorang Maestro Magicus, pesulap di sebuah sirkus, dan saat ini aku mencari kelinci yang bisa kusulap keluar dari topiku.”
“Oh ya, Maestro Magicus”, seru si Bebek, dan yang lain pun menganggukkan kepalanya bersamaan. Mereka semua mengenal sang Pesulap yang setiap malam melakukan pertujukan bersama dengan Franziska. “Ya, dan aku hanya berkata kepadanya aku harus menanyakan ibuku. Dan Maestro Magicus hanya mengangguk. Kami di seberang sana. Aku menunggumu disana, jawabnya dan sekejap dia menghilang.” “Dia pasti menyulap dirinya untuk menghilang sekejap itu, benar bukan?” tanya Onta dengan bercanda. Franziska pun tertawa. “Yah, hal pertama yang kulakukan adalah memikirkan sejenak apakah aku benar-benar pergi dari rumah. Aku sebenarnya tidak tahu kalau ternyata aku akan berkenalan dengan kalian semua disini dan kalian begitu ramah.” “Oh, terimakasih, anakku”, gumam Singa dengan bangganya. “Ibuku hanya berkata: Pergilah anakku dan semoga beruntung! Kamu tentunya tahu dimana kamu mencari kami nanti jika kamu ingin kembali. Yah, dan kelanjutan cerita hidupku kalian sudah pasti tahu bagaimana!” “Ya, ya!” gumam Merpati. Karena sejak hari dia meninggalkan ibunya dia melakukan pertunjukan tiap malam dengan sang Maestro Magicus dengan disulap keluar dari topinya, dan itu tidak membutuhkan waktu lama karena dia merupakan favorit semua anak-anak.
Dan sekarang dia tidak bersedih lagi karena di Sirkus dia punya banyak teman dan tidak ada yang menertawakan telinganya yang panjang.
Judul asli: Franziska, das Zauberkaninchen, ‘Sing mit Schlaf gut’.
Posted in Cerita Anak
Search
Featured Video
Komentar Terakhir
-
Key:
lucu... -
siskainciz:
Ya. :-)... -
Febriansyah Haq:
Dongeeng sebelum tidur nih... -
siskainciz:
Terima kasih. :-)... -
azlan kadir:
ceritanya oke banget, nice post :D...
Hot Topics
- Franziska si Kelinci Pesulap
10 comments received - hab' dich lieb
1 comments received
Tags
Kategori
- Cerita Anak (2)
- Cerita Hidup (5)
Arsip
- Februari 2012 (4)
- Juni 2011 (1)
- Desember 2009 (2)
hahaha, jd inget wktu kecil
kelinci pesulap, kalo si kancil apa donk…
yah.. si kancil udah beda dong.
Itu udah cerita kelinci versi indo.
dongeng ya kak?
iya.
terjemahan langsung.
ceritanya oke banget, nice post
Terima kasih.
Dongeeng sebelum tidur nih
Ya.
lucu